Senin, 18 Januari 2010

Best Moment Classix

Hari ini saya baru saja melewati satu momen yang layak untuk dikenang, yang harus selalu saya syukuri di dalam hidup; pertambahan usia. Ketika usia kita bertambah, pernahkah kita bertanya pada diri sendiri ke arah mana Tuhan akan membawa kaki – kaki kecil kita melangkah? Pernahkah kita bertanya, apakah pada tanggal yang sama di tahun mendatang, kita masih punya kesempatan merayakan pertambahan usia kita dalam keadaan yang sama dengan sekarang ini? Semua itu pasti hanya menjadi rahasia Tuhan saja, sehingga tak layak kita memperdebatkan ke arah mana Tuhan akan membawa kita. Secara pribadi, yang harus saya lakukan adalah menjalani hidup saya dengan bekerja semaksimal mungkin dan melaksanakan tugas ataupun kewajiban saya sebaik mungkin. Biarlah jawaban – jawaban saya yang kerap saya tanyakan pada diri saya sendiri sebagaimana kerap kutanyakan pada Tuhan, menjadi rahasia Tuhan saja. Karna apabila suatu rahasia diungkapkan, apakah saya akan bereaksi sama pabila dinyatakan pada saat yang baik menurut-Nya? Saya yakin tidak, sehingga biarlah semua jawaban itu menjadi rahasia-Nya.

Di usia 20 ini, saya merasakan sebuah beban berat yang harus saya pikul, tapi saya enggan untuk memikulnya. Yang saya inginkan adalah memasukannya ke dalam ransel saya dan membawanya berjalan – jalan hingga saya menemukan tempat yang tepat untuk berhenti dan beristirahat. Lalu membuka ransel saya, mengeluarkannya dan melihat seberapa perlukah saya membawanya lagi dalam perjalanan berikutnya. Karena saya percaya, beban itu bukan untuk selamanya harus ada di dalam ransel saya.

Saat saya mengetik surat ini dan mencoba berbicara tentang pertambahan usia saya, ingatan saya lalu melayang tentang pertambahan usia saya dan kenangan – kenangan yang muncul baik tentang saya, rumah saya, keluarga saya ataupun tentang kota dan tanah ini. Masih segar dalam ingatan saya, tentang masa – masa sekolah di TK dulu, seakan – akan peristiwa 19 tahun lalu itu baru kemarin saja. Saat saya masih berlari – larian mengejar kupu – kupu yang hinggap di bunga di depan RUMAH saya

Postkan Komentar Anda



Editing Templates by AleAle. Powered by Blogger and Supported by - Asirmetamorph. || © AleAle 2010 Inc. All rights reserved.